Israiliyat adalah
kisah, riwayat, atau berita yang bersumber dari Ahli Kitab (Yahudi dan
Nasrani), terutama terkait sejarah para nabi, umat terdahulu, dan hal-hal
ghaib, yang masuk ke dalam literatur Islam melalui para sahabat dan tabi’in.
Contoh: cerita tentang
Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, kisah penciptaan, atau tafsir ayat yang disisipkan
cerita dari kitab-kitab mereka.
Panduan dari Al-Qur’an
dan Hadis
1. Al-Qur’an
memperingatkan:
“Dan sesungguhnya di
antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Kitab, supaya
kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Kitab, padahal ia bukan dari
Kitab...”(QS. Ali Imran: 78).
Artinya: ada riwayat
Ahli Kitab yang tidak benar dan dipalsukan.
2. Hadis Nabi ﷺ
Janganlah kamu
membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula mendustakan mereka. Katakanlah: Kami
beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami. (HR. Bukhari).
Artinya: bersikap
hati-hati, tidak mengiyakan atau menolak secara mutlak jika tidak ada dasar
dalam syariat kita.
Nabi ﷺ
juga bersabda:
“Sampaikan dariku walau
satu ayat, ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa. Namun barang siapa
berdusta atas namaku, maka bersiaplah tempat duduknya di neraka.”(HR. Bukhari).
Artinya: boleh
menceritakan, tetapi bukan untuk dijadikan akidah.
Pandangan Ulama tentang
Israiliyat
Para ulama membagi
riwayat Israiliyat menjadi tiga kategori:
1. Riwayat yang sesuai
dengan Al-Qur’an & Sunnah
Boleh diterima. Contoh: kisah banjir besar
Nabi Nuh yang juga ada dalam Taurat dan sesuai dengan Al-Qur’an.
2. Riwayat yang
bertentangan dengan Al-Qur’an & Sunnah
Wajib ditolak. Contoh:
tuduhan orang Yahudi bahwa Nabi Dawud berzina – ini batil dan menodai kemuliaan
nabi.
3.Riwayat yang tidak
diketahui benar atau salahnya
Tidak dibenarkan, tidak juga didustakan. Boleh
disampaikan sekadar sebagai cerita, tapi tidak boleh dijadikan dasar hukum atau
akidah.
Imam Ahmad berkata: “Israiliyat
tidak boleh dijadikan pegangan, tetapi boleh diceritakan untuk sekadar
pengetahuan.”
Ibnu Taimiyah
menjelaskan: “Riwayat Israiliyat ada yang benar, ada yang dusta, dan ada yang
bercampur. Maka yang wajib adalah menimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah.”
Bagaimana Kita
Menyikapi Israiliyat?
1. Pegang teguh Al-Qur’an
dan Sunnah sebagai sumber utama.
2.Boleh menyebut
Israiliyat hanya sebagai tambahan kisah,
bukan keyakinan.
3.Hindari menjadikan Israiliyat
sebagai akidah atau hukum.
4. Ambil hikmah,
tinggalkan yang syubhat.
5. Ingat pepatah ulama:
“Apa yang sesuai dengan syariat kita, terimalah; yang bertentangan, tolaklah;
yang samar, diamkanlah.”
Jadi, Israiliyat adalah
kisah dari Ahli Kitab yang masuk dalam literatur Islam. Kita menyikapinya
dengan bijak: berpegang pada Al-Qur’an & Sunnah, menolak yang batil,
mengambil yang sesuai, dan mendiamkan yang samar.
Contoh Israiliyat
Populer
1. Tinggi Nabi Adam 60 hasta (± 27 meter)
Riwayat: Disebut dalam
hadis sahih bahwa Nabi Adam diciptakan dengan tinggi 60 hasta.
Tambahan Israiliyat:Ada
kisah bahwa semua manusia di surga juga setinggi itu, lalu ketika turun ke
bumi, generasi berikutnya semakin pendek.
Sikap: Hadis sahih kita
terima. Namun, tambahan-tambahan detail dari Israiliyat (misalnya bagaimana perubahan
tinggi terjadi) tidak perlu dipercaya tanpa dalil sahih.
2. Kisah detail Nabi
Yusuf dengan Zulaikha
Riwayat: Al-Qur’an
hanya menyebutkan godaan istri al-‘Aziz kepada Nabi Yusuf secara ringkas (QS.
Yusuf: 23–29).
Tambahan Israiliyat:
Disebutkan secara detail tentang dialog panjang, wajah Zulaikha, bahkan cerita
setelah pernikahan Yusuf dengan Zulaikha.
Sikap:Kisah yang jelas
bertentangan dengan kemuliaan Nabi Yusuf wajib ditolak. Adapun tambahan detail
yang tidak jelas sumbernya, cukup dianggap cerita dongeng yang tidak perlu
diyakini.
3. Kisah Nabi Dawud
berbuat dosa besar
Riwayat: Dalam
kitab-kitab Yahudi, Nabi Dawud dituduh merebut istri seorang prajurit dan
membunuhnya.
Sikap: Ini batil dan haram diyakini, karena Allah
menegaskan para nabi adalah orang-orang yang dijaga dari dosa besar. Islam
menolak keras tuduhan keji ini.
4. Kisah penciptaan
langit dan bumi dalam 7 hari
Riwayat: Dalam kitab
Taurat disebutkan Allah menciptakan langit dan bumi dalam 7 hari.
Sikap:Al-Qur’an dengan
jelas menyatakan Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa (QS. Al-A‘raf:
54). Maka versi 7 hari ini ditolak
5. Kisah ukuran bahtera
Nabi Nuh
Riwayat: Israiliyat
menyebut ukuran panjang bahtera mencapai ratusan meter, lengkap dengan jumlah
hewan dan cara mereka makan.
Sikap: Al-Qur’an hanya menyebut bahtera itu besar dan mampu menyelamatkan Nabi Nuh serta pengikutnya (QS. Hud: 37–38). Detail Israiliyat tidak perlu diyakini.
6. Kisah detail kubur
Nabi Musa di dekat laut
Riwayat: Israiliyat
menyebut Nabi Musa dikubur di tempat tertentu dan bisa diziarahi.
Sikap: Rasulullah ﷺ
bersabda:
“Seandainya aku ada di
sana, niscaya aku akan tunjukkan kubur Musa di samping jalan, di bawah bukit
pasir merah.”* (HR. Muslim).
Namun detail dari
Israiliyat yang berlebihan tetap tidak kita yakini.
Ringkasan Sikap
Diterima → Jika sesuai
dengan Qur’an dan hadis.
Ditolak → Jika
bertentangan dengan syariat.
Diam (tawaqquf) → Jika tidak jelas kebenarannya
=================================================
Sikap Seorang Muslim
Saat Dizhalimi & Difitnah
1.Bersabar & Tidak
Membalas dengan Kezaliman
Allah berfirman:
Dan bersabarlah
terhadap apa yang mereka ucapkan, dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (QS.
Al-Muzzammil: 10)
Artinya: Jangan terburu
nafsu membalas dengan cara yang sama. Sabar adalah senjata pertama.
2. Mendoakan Kebaikan, Bukan Keburukan
Rasulullah ﷺ
bersabda:
Bukanlah orang kuat itu
yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu
menahan diri ketika marah.”
(HR. Bukhari &
Muslim)
Doakan agar Allah beri
hidayah kepada orang yang menzhalimi. Kalau ia tidak berubah, doa kita menjadi
hujjah dan Allah yang akan membela.
3. Berdoa Khusus Saat
Terzalimi
Rasulullah ﷺ
bersabda:
Tiga doa yang mustajab,
tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang
dizalimi.”*
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi – hasan)
Jadi doa orang
dizhalimi pasti didengar Allah, walau terkadang Allah tangguhkan dengan balasan
lebih besar.
4.Memperbanyak Dzikir
& Sholawat
Sholawat: Membawa
ketenangan hati, mengangkat derajat, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah.
Dzikir pagi-sore:
Benteng dari gangguan dan fitnah.
Istighfar: Membuka
jalan keluar dari kesulitan.
Allah berfirman: “Maka
ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kamu.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
5. Tidak Diam Jika Hak
Bisa Diperjuangkan
Islam bukan berarti
hanya diam:
* Kalau bisa ditempuh
dengan cara **baik-baik** → nasihat, musyawarah, atau tabayyun.
* Kalau hak bisa
diperjuangkan lewat **jalur hukum atau aturan** → boleh ditempuh.
* Tapi tetap dengan
niat menegakkan kebenaran, bukan balas dendam.
Amalan Utama Saat
Dizhalimi
1. **Sholat malam
(tahajud)** → senjata orang beriman saat terzalimi.
2. **Sholawat &
dzikir** → menenangkan hati dan mengundang pertolongan Allah.
3. **Doa orang
terzalimi** → doa ini mustajab, minta keadilan kepada Allah.
4. **Sabar &
tawakkal** → yakin bahwa balasan Allah lebih adil.
5. **Jaga lisan** →
jangan ikut menyebar fitnah atau membalas dengan keburukan.