Selasa, 26 Agustus 2025

Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad

 

Israiliyat adalah kisah, riwayat, atau berita yang bersumber dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani), terutama terkait sejarah para nabi, umat terdahulu, dan hal-hal ghaib, yang masuk ke dalam literatur Islam melalui para sahabat dan tabi’in.

Contoh: cerita tentang Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, kisah penciptaan, atau tafsir ayat yang disisipkan cerita dari kitab-kitab mereka.

Panduan dari Al-Qur’an dan Hadis

1. Al-Qur’an memperingatkan:

“Dan sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Kitab, padahal ia bukan dari Kitab...”(QS. Ali Imran: 78).

Artinya: ada riwayat Ahli Kitab yang tidak benar dan dipalsukan.

2. Hadis Nabi

Janganlah kamu membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula mendustakan mereka. Katakanlah: Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami. (HR. Bukhari).

Artinya: bersikap hati-hati, tidak mengiyakan atau menolak secara mutlak jika tidak ada dasar dalam syariat kita.

Nabi juga bersabda:

“Sampaikan dariku walau satu ayat, ceritakanlah dari Bani Israil, tidak mengapa. Namun barang siapa berdusta atas namaku, maka bersiaplah tempat duduknya di neraka.”(HR. Bukhari).

Artinya: boleh menceritakan, tetapi bukan untuk dijadikan akidah.

Pandangan Ulama tentang Israiliyat

Para ulama membagi riwayat Israiliyat menjadi tiga kategori:

1. Riwayat yang sesuai dengan Al-Qur’an & Sunnah

 Boleh diterima. Contoh: kisah banjir besar Nabi Nuh yang juga ada dalam Taurat dan sesuai dengan Al-Qur’an.

2. Riwayat yang bertentangan dengan Al-Qur’an & Sunnah

Wajib ditolak. Contoh: tuduhan orang Yahudi bahwa Nabi Dawud berzina – ini batil dan menodai kemuliaan nabi.

3.Riwayat yang tidak diketahui benar atau salahnya

 Tidak dibenarkan, tidak juga didustakan. Boleh disampaikan sekadar sebagai cerita, tapi tidak boleh dijadikan dasar hukum atau akidah.

Imam Ahmad berkata: “Israiliyat tidak boleh dijadikan pegangan, tetapi boleh diceritakan untuk sekadar pengetahuan.”

Ibnu Taimiyah menjelaskan: “Riwayat Israiliyat ada yang benar, ada yang dusta, dan ada yang bercampur. Maka yang wajib adalah menimbang dengan Al-Qur’an dan Sunnah.”

Bagaimana Kita Menyikapi Israiliyat?

1. Pegang teguh Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama.

2.Boleh menyebut Israiliyat  hanya sebagai tambahan kisah, bukan keyakinan.

3.Hindari menjadikan Israiliyat sebagai akidah atau hukum.

4. Ambil hikmah, tinggalkan yang syubhat.

5. Ingat pepatah ulama: “Apa yang sesuai dengan syariat kita, terimalah; yang bertentangan, tolaklah; yang samar, diamkanlah.”

Jadi, Israiliyat adalah kisah dari Ahli Kitab yang masuk dalam literatur Islam. Kita menyikapinya dengan bijak: berpegang pada Al-Qur’an & Sunnah, menolak yang batil, mengambil yang sesuai, dan mendiamkan yang samar.

Contoh Israiliyat Populer

 1. Tinggi Nabi Adam 60 hasta (± 27 meter)

Riwayat: Disebut dalam hadis sahih bahwa Nabi Adam diciptakan dengan tinggi 60 hasta.

Tambahan Israiliyat:Ada kisah bahwa semua manusia di surga juga setinggi itu, lalu ketika turun ke bumi, generasi berikutnya semakin pendek.

Sikap: Hadis sahih kita terima. Namun, tambahan-tambahan detail dari Israiliyat (misalnya bagaimana perubahan tinggi terjadi) tidak perlu dipercaya tanpa dalil sahih.

2. Kisah detail Nabi Yusuf dengan Zulaikha

Riwayat: Al-Qur’an hanya menyebutkan godaan istri al-‘Aziz kepada Nabi Yusuf secara ringkas (QS. Yusuf: 23–29).

Tambahan Israiliyat: Disebutkan secara detail tentang dialog panjang, wajah Zulaikha, bahkan cerita setelah pernikahan Yusuf dengan Zulaikha.

Sikap:Kisah yang jelas bertentangan dengan kemuliaan Nabi Yusuf wajib ditolak. Adapun tambahan detail yang tidak jelas sumbernya, cukup dianggap cerita dongeng yang tidak perlu diyakini.

3. Kisah Nabi Dawud berbuat dosa besar

Riwayat: Dalam kitab-kitab Yahudi, Nabi Dawud dituduh merebut istri seorang prajurit dan membunuhnya.

Sikap: Ini  batil dan haram diyakini, karena Allah menegaskan para nabi adalah orang-orang yang dijaga dari dosa besar. Islam menolak keras tuduhan keji ini.

4. Kisah penciptaan langit dan bumi dalam 7 hari

Riwayat: Dalam kitab Taurat disebutkan Allah menciptakan langit dan bumi dalam 7 hari.

Sikap:Al-Qur’an dengan jelas menyatakan Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa (QS. Al-A‘raf: 54). Maka versi 7 hari ini ditolak

5. Kisah ukuran bahtera Nabi Nuh

Riwayat: Israiliyat menyebut ukuran panjang bahtera mencapai ratusan meter, lengkap dengan jumlah hewan dan cara mereka makan.

Sikap: Al-Qur’an hanya menyebut bahtera itu besar dan mampu menyelamatkan Nabi Nuh serta pengikutnya (QS. Hud: 37–38). Detail Israiliyat tidak perlu diyakini.

6. Kisah detail kubur Nabi Musa di dekat laut

Riwayat: Israiliyat menyebut Nabi Musa dikubur di tempat tertentu dan bisa diziarahi.

Sikap: Rasulullah bersabda:

“Seandainya aku ada di sana, niscaya aku akan tunjukkan kubur Musa di samping jalan, di bawah bukit pasir merah.”* (HR. Muslim).

Namun detail dari Israiliyat yang berlebihan tetap tidak kita yakini.

Ringkasan Sikap

Diterima → Jika sesuai dengan Qur’an dan hadis.

Ditolak → Jika bertentangan dengan syariat.

Diam (tawaqquf) → Jika tidak jelas kebenarannya

=================================================

Sikap Seorang Muslim Saat Dizhalimi & Difitnah

1.Bersabar & Tidak Membalas dengan Kezaliman

Allah berfirman:

Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan, dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (QS. Al-Muzzammil: 10)

Artinya: Jangan terburu nafsu membalas dengan cara yang sama. Sabar adalah senjata pertama.

 2. Mendoakan Kebaikan, Bukan Keburukan

Rasulullah bersabda:

Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan diri ketika marah.”

(HR. Bukhari & Muslim)

Doakan agar Allah beri hidayah kepada orang yang menzhalimi. Kalau ia tidak berubah, doa kita menjadi hujjah dan Allah yang akan membela.

3. Berdoa Khusus Saat Terzalimi

Rasulullah bersabda:

Tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi: doa orang tua, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi.”*

 (HR. Abu Dawud, Tirmidzi – hasan)

Jadi doa orang dizhalimi pasti didengar Allah, walau terkadang Allah tangguhkan dengan balasan lebih besar.

4.Memperbanyak Dzikir & Sholawat

Sholawat: Membawa ketenangan hati, mengangkat derajat, dan menjadi sebab turunnya rahmat Allah.

Dzikir pagi-sore: Benteng dari gangguan dan fitnah.

Istighfar: Membuka jalan keluar dari kesulitan.

Allah berfirman: “Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kamu.”

(QS. Al-Baqarah: 152)

5. Tidak Diam Jika Hak Bisa Diperjuangkan

Islam bukan berarti hanya diam:

* Kalau bisa ditempuh dengan cara **baik-baik** → nasihat, musyawarah, atau tabayyun.

* Kalau hak bisa diperjuangkan lewat **jalur hukum atau aturan** → boleh ditempuh.

* Tapi tetap dengan niat menegakkan kebenaran, bukan balas dendam.

Amalan Utama Saat Dizhalimi

1. **Sholat malam (tahajud)** → senjata orang beriman saat terzalimi.

2. **Sholawat & dzikir** → menenangkan hati dan mengundang pertolongan Allah.

3. **Doa orang terzalimi** → doa ini mustajab, minta keadilan kepada Allah.

4. **Sabar & tawakkal** → yakin bahwa balasan Allah lebih adil.

5. **Jaga lisan** → jangan ikut menyebar fitnah atau membalas dengan keburukan.

 


Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad   Israiliyat adalah kisah, riwayat, atau berita yang bersumber dari Ahli Ki...